Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Seiring

Kemarilah, duduk bersamaku Di kursi goyang ini kita menikmati teh hangat pagi hari Menatap hijaunya alam di sekitar kita Bersamaan dengan kursi goyang yang bergesek dengan decitan lantai teras Dengarlah sembari menyesap teh hangatmu Sembari garis bibirmu melengkung untukku, Sembari memulai cerita Ini tentang aku, Tentang aku yang pernah rapuh dan patah Tentang aku yang pernah hancur karena di tinggalkan Tentang aku yang pernah berjuang sendiri Tentang aku yang mencinta dalam hening Ini tentang kau, Tentang kau yang pernah ditinggalkan sendiri Tentang kau yang berjuang sendiri Tentang kau yang mencinta dalam diam Kita sama, Kita pernah sesakit itu, dan Kita saling menyembuhkan diwaktu yang sama Kita pernah diam untuk rasa yang sama Kita pernah saling mendoakan untuk rasa yang sama Saat itu ku katakan... "Tetaplah disini, Iringi langkah kakiku Jadilah orang yang paling tahu tentang aku Jadilah tempatku untuk pulang, Tempat untuk bersandar, Tempat un...

Akhir Tanpa Awal

Sesampai sini banyak jalan kenang yang telah terlalui Menggenggam tanpa tahu dia siapa Menyudahi kata " sudah " tanpa memulai Lalu apa yang sudah? Bahkan kicauan burung tak pernah mampu menjawab Embun di ujung daun pun hanya mampu menetes tanpa tahu ia akan menetes kemana Senja diufuk barat telah tenggelam Dan kita merengkuh dalam perasaan yang tak terselesaikan Dengan langkah kaki yang seiring, membuatku terlalu ber- euforia Tanpa ingat bahwa kita  hanyalah jamak Dan aku  tetaplah tunggal Mana mungkin aku tak berdegup Saat tanganmu meraihku untuk memasuki hidupmu Angkuhnya, aku merasa sudah memilikimu Nyatanya tidak Lucu memang, Kita dua anak manusia yang mengakhiri tanpa mengawali Kita dua anak manusia yang menggebu dengan rasa tanpa tahu akhir Layaknya gulita mencari cahaya Cahaya redup di ujung sana adalah kau, Semu dalam gulitaku Berimajinasi tentangmu memang semenyenangkan itu Berhayal tentang kita memang seasik itu Namun sayang, ilusi ku suda...

Dekat namun tak terikat

Adalah aku dengan segala harap Adalah kita yang tak punya jalan untuk melangkah Dan adalah kau yang mengacuhkanku sebab kau tak pernah anggap ku ada Aku ini sudah menatapmu, tapi kau tak mau menetap untukku Tentu saja miris Sebab hatiku hanya berbisik untukmu dan hatimu Entah Kita seperti dua ekor merpati yang saling mengejar dan mencari Aku mengejarmu Dan kau mencari, Yang jelas bukan aku yang kau cari Kita ini dekat, tapi tak terikat Aku yang kurang memikat Atau memang cintaku belum terlihat Atau kau memang tak mau melihat Buta semua rasa ini Buta untuk aku yang masih tetap mencintaimu Buta untukmu yang tak pernah melihat cintaku Kudengar Detingan jam dinding sudah ribuan, Dan aku masih menunggu ketidakpastian itu Kumohon, Jangan jadi dekat jika memang kau tak mau Jangan jadi keras hati ketika hatiku benar-benar lunak untukmu Dan jangan jadi acuh ketika aku benar-benar di depanmu Jelaskan rasamu juga, Aku benci menebak Aku benci kau yang seperti mister...