Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Antara titik dan detik

Ini soal sebuah tunggu yang tak berujung temu Saat aku menanti di ujung jalan tanpa tahu apa yang ku nanti Saat tunggu di temani oleh detikan jam dinding Seolah waktu mencerca "hai bodoh, apa yang kau tunggu?" Sang detik tak akan pernah berhenti berdetak Sang detik hanya menjalankan tugasnya Sang detik membuatku tersadar Bahwa aku hanya sendiri Aku sudah sejauh ini mencintamu Dan kau, Aku tak tau kau dimana Apa pantas aku masih menunggumu? Dia masih disana memutar waktu di dalam hening Dia membuatku cemas Akan tunggu yang ternyata melelahkan Dia membuatku dilema Akan disini atau pergi Untuk waktu yang lama, Aku melabuhkan rasa padamu Lalu pesan teks masuk di ponselku Seolah hujan datang di siang yang terik Kau ucap kata yang tak ingin ku dengar Seolah retakan di sisi dinding yang lapuk Aku hancur, sehancur-hancurnya Kau menyela titik di antara detik Dan aku sendiri menangis tak berkutik

Tanpa

Menurutmu bagaimana jika seseorang yang kau cintai tak berkabar? Orang yang kau sayangi tak menyapa? Orang yang kau harapkan tak menyahut? Sedih ? Gelisah? Apa? Aku, dalam keadaan tidak baik-baik saja. Aku dalam keadaan gelisah. Aku menenangkannya sendiri. Sesampai sini, aku sudah bisa. Aku sudah bisa dan biasa tanpa kabarmu. Bahkan saat pesanmu tiba-tiba muncul dilayar ponselku, aku bukannya senang aku menangis. Mengapa baru berkabar? Sedang apa kau disana? Apa tak merinduku sehingga tak tanya kabarku? Aku rindu, aku gelisah, aku cemas. Aku benar-benar ingin menumpahkan di depanmu bahwa aku merindumu. Aku tau tak sepantasnya begini, aku harus menjadi lebih tegar darimu. Kau sedang memperjuangkan diriku disana, tapi aku risau. Kau memperjuangkanku tanpa tahu aku disini seperti apa? Kau memperjuangkanku tanpa tahu aku sedang dalam keadaan bagaimana? Bak seorang prajurit sedang berperang, tak pulang tak berkabar, merindu untuk pelukan, rindu membuncah memecah kalbu. Bagaimana...

Mendung

Pagi ini tidak ada terik, Langit sedang mendung-mendungnya Pagi ini ada isak tangis, Rasaku untukmu sedang di uji coba oleh Tuhan Satu orang manusia akan pergi untuk menggapai apa yang dia inginkan Dia adalah kekasihku, dia akan pergi untuk kembali Kembalilah sayang, Aku tak mungkin harus menunggumu selamanya Kembalilah, Kita harus melanjutkan rasa kita Rasa yang tak ingin kumatikan dalam hati Bermil-mil jarak akan kau tempuh Kita hanya akan melihat satu sama lain dalam lini masa Kita akan meredam rindu lewat layar ponsel Kita akan saling mendoakan lewat Tuhan Kau akan pergi, Tak apa tapi kembalilah padaku Aku seyakin itu bahwa kita akan berjodoh Tentu saja aku akan merayu Tuhan tentangmu Isakku akan mengiringimu Rinduku akan ada untukmu Ini akan berat, Ini akan menjadi lebih berat Maka bertahanlah Aku akan menunggumu Untuk waktu yang lama Pulanglah, Kembalilah, Saat kau siap untuk memintaku kepada orang tuaku Kembalilah dengan membawa orang tuamu A...