Antara titik dan detik
Ini soal sebuah tunggu yang tak berujung temu Saat aku menanti di ujung jalan tanpa tahu apa yang ku nanti Saat tunggu di temani oleh detikan jam dinding Seolah waktu mencerca "hai bodoh, apa yang kau tunggu?" Sang detik tak akan pernah berhenti berdetak Sang detik hanya menjalankan tugasnya Sang detik membuatku tersadar Bahwa aku hanya sendiri Aku sudah sejauh ini mencintamu Dan kau, Aku tak tau kau dimana Apa pantas aku masih menunggumu? Dia masih disana memutar waktu di dalam hening Dia membuatku cemas Akan tunggu yang ternyata melelahkan Dia membuatku dilema Akan disini atau pergi Untuk waktu yang lama, Aku melabuhkan rasa padamu Lalu pesan teks masuk di ponselku Seolah hujan datang di siang yang terik Kau ucap kata yang tak ingin ku dengar Seolah retakan di sisi dinding yang lapuk Aku hancur, sehancur-hancurnya Kau menyela titik di antara detik Dan aku sendiri menangis tak berkutik