Postingan

Layu

Merah merona Terlihat bunga-bunga bermekaran di musim semi Aku dengan rasa cintaku itu berjalan mendekati kebahagiaan Kupikir inilah akhir yang bahagia Ternyata cintaku bisa melewati taman yang kering, bunga yang melayu Musim berganti panas Aku dan cintaku yang sedikit demi sedikit bertahan Aku dan cintaku yang terlalu menggebu Cintaku perlu ku rawat, tapi ia sudah hampir mati bersamaan dengan bunga-bunga itu Sejauh ini, cintaku ingin tetap ku genggam Namun seberapa lama aku menggenggamnya Akankah sesakit itu

Dewasa itu sulit, jadi seorang ibu itu sulit

 Hai, apa kabar ? Capek ya ? Sedih ? Apa rasanya menjadi seorang Ibu ? Apakah banyak hal yang perlu penyesuaian ? Tentu. Apakah banyak hal baru untuk dipelajari ? Jelas. Ya, beberapa bulan lampau. Saat anakku lahir, aku juga pertama kalinya lahir menjadi Ibu. Sosok yang tak pernah terbayangkan, kodrat yang sudah semestinya. Bahagia sekali? Sangat bahagia.  Tapi tak sedikit juga ada hal-hal yang membuat sedih. Sedih karena porsi istri terkadang tersisihkan yang mengharuskan menjadi ibu yang siaga Sedih karena terkadang harus tetap terjaga di malam hari untuk meng-ASI-hi dengan nipple yang kadang lecet juga. Suakittt  Sedih karena harus bekerja dan meninggalkan anak. But itu pov ku yaaa. Its okay, IRT pasti juga capek karena bosen di rumah. Tapi aku iri ke kalian. Ohiya sedih juga ternyata ketika anak sakit. Waah nano nano Bahagianya buanyaaakkk..  Lihat tumbuh kembang anak. Sedang belajar lebih banyak buat jadi ibu yang baik buat anak. Sedang menikmati masa golden age...

Satu Tahun

Mengambang pikirku di sudut ruangku Merenung untuk seper sekian detik Dari ingatku bahwa kita sudah lama bersama Tepat satu tahun lalu Satu tahun terberat dalam diriku Satu tahun yang berat untukmu juga pasti Mau kita rayakan seperti apa tanggal yang sama ini ? Meniup lilinkah ? Saling mendoakankah ? Saling meminta maaf ? Atau saling merenungi diri ? Bersamamu meski terasa sulit tapi kita bisa melewatinya Lantas rasanya apa akan sama saat kita temui ditanggal yang sama? Kupikir tidak. Tidak sebahagia sebelumnya Tapi tak apa inilah kita Manusiawi untuk merasa bosan Manusiawi untuk berpaling Manusiawi untuk saling acuh Tapi bolehkah aku tetap manusiawi egois ingin memilikimu seutuhnya? Kurangkai kata untukmu untuk tanggal yang sama setelah satu tahun Inginku ucapkan langsung di dekat telingamu Inginku peluk bahagia dirimu Tapi, sayang... Aku lupa jika kau ada bermil-mil jauh dariku Aku lupa kita selalu melewatkan hari sepesial kita bersama Aku lupa bahwa kita belum...

Di Ujung Perpisahan

Ada dua tangan yang saling menggenggam erat Dua pasang mata saling memandang Ada dua insan di ujung kursi tunggu Dibersamai riuh suara sekitar, namun hening diantara kita Aku dan kamu terdiam untuk waktu yang lama Kita yang sedang mempersiapkan hati Kita yang sedang mempersiapkan salam perpisahan Entah harus berapa lama tapi rasanya sulit Lidahku kelu Hatiku terbelenggu Ucapan perpisahan terlontar dengan suara berat tersekat di kerongkongan Lantas pelukan kita semakin erat Kita menepis airmata yang jatuh kesekian kalinya Membenamkan wajahku semakin dalam diantara pelukmu Rasaku ingin memilikimu jauh lebih dalam Namun tanganku merenggang dari genggamanmu Pipi kita begitu lembab Jemari kita saling mengusap airmata "Kuat yaa" suaramu lirih sampai di telingaku Anggukan dan senyum simpulku mengiyakan Begitu sulit untuk kita Perpisahan yang tak pernah ingin kita lalui untuk berjarak lagi dan lagi Perpisahan yang tak pernah siap untuk kita lalui lagi dan lagi P...

Perihal Jarak

Ku kira mencintaimu akan selalu membawa kebahagiaan Mencintaimu seperti memeluk erat kaktus yang berbunga Semakin erat semakin menyedihkan Namun tetap indah karena mekar bunganya Tersayat rindu di setiap malam Terasa sesak untuk dipikirkan Membuat ego selalu membumbui perasaan Rasanya ingin kukatakan "aku lelah" Kubilang padanya "aku kuat" Tapi selalu berpikir akhir pekan nanti apa yang bisa ku kerjakan saat tak bersamamu Akhir pekan nanti aku akan melihat apa saja saat berkeliling sendirian Akhir pekan nanti apa yang kau kerjakan Akhir pekan nanti apakah kita bisa berkencan seperti pasangan lain ? Ah.. rumit.. kisah kita seperti benang berserakan Begitu banyak kicau dikepalaku Kenapa harus berjarak Kenapa harus sejauh itu Kenapa kita tidak seperti pasangan lainnya Kenapa kenapa dan kenapa Bak ingin pecah isi kepalaku dipenuhi oleh ego sendiri Aku mencintaimu tapi rasanya menyakitkan Apa selalu semenyakitkan ini mencintai seseorang begitu dalam?...

Satu Hari Yang Pilu

Terkikisnya karang di lautan Terkikisnya semua yang telah terbentuk oleh alam Hakikatnya, Tuhan mengambil alih semesta Soal sakit dan menyakiti Manusia adalah bukti Bahwa ego, adalah hal terbaik dalam menusuk manusia lainnya Tuhan yang mengatur Di sudut, di bawah pohon Gemericik guyuran air hujan, menutupi tangismu Mengusap air matamu Yang terkasih, pergi meninggalkan janji Terpukul telak rasa sakitmu Hendak memaafkan Tapi kecewamu lebih besar Tapi sakitmu lebih dalam Rongga luka itu menganga di antara pembuluh hatimu Kian merah merekah "Cinta itu menyakitkan" Sembari hatimu memakinya Kau pergi terseok di antara hujan dan tangis Apalagi yang mampu kau tumpu Hatimu lebur Cintamu hancur Seperti bunga yang gugur Seperti angin yang hilang arah Seperti kayu yang rapuh oleh rayap Hidupmu serasa hampa, semesta tak lagi sama Kuatlah Dengan segala energimu Kumohon kuatlah Ucapmu dengan bibir berbisik

Mari beri spasi

Pernah merasa lelah? Merasa "ah sudahlah" Ingin membenarkan tapi rasanya tak didengar Ingin menjelaskan tapi tak dihiraukan Merasa sudah tak dianggap Bahkan dia yang ada di hatimu sudah menjadi samar Lambat laun, mereka yang dekat menjadi enggan mendekat Akhirnya hanyalah kau sendiri yang tinggal Maka, Mari beri spasi Untuk ragamu, untuk batinmu Beri spasi, beri ruang Beristirahatlah Mengeluhlah Menangislah Kau perlu itu Beristirahatlah jika lelah, lanjutkan ketika kau sudah siap Kuatkan hatimu Kuatkan ragamu Dan cintailah dirimu Dan jauhi mereka yang menyakitimu Itu penting