Terpatahkan
"Apa yang kau tuai, nanti akan kau petik juga.." Pribahasa memang sarkas terkadang Kau ingat kau menuai benih cinta padaku? Kini ia berkembang, tumbuh amat cepat Merekah, semerbak harumnya Bahkan sudah membuah namun tak kau petik buahnya "Jahat..." Bukannya kau petik malah kau patahkan Sudah kau pupuk sesering mungkin dan kau tak memetiknya saat berbuah? Kau tak berfikir rasanya jadi aku? "Tega..." Rusak sudah semuanya Rusak harapku Rusak cintaku Lantas untuk apa semua ini? Mengapa tak kau rusak saja semua ini saat mulai bersemi, mengapa baru sekarang? Pelik sudah rasaku ini, Hancur... Kecewa, tentu saja Aku hanya termangu melihat apa yang terjadi begitu saja Namun kau pergi seolah tak ada yang terjadi Menuai, tumbuh lalu kau patahkan Bagaimana bisa kau menuai banyak benih, dan kau dengan mudah mematahkan semuanya Bagaimana bisa kau tak peduli tentang rasa Nyamanmu kau suguhkan kepada siapa saja, dan kau pergi saat aku sudah nya...