Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Terpatahkan

"Apa yang kau tuai, nanti akan kau petik juga.." Pribahasa memang sarkas terkadang Kau ingat kau menuai benih cinta padaku? Kini ia berkembang, tumbuh amat cepat Merekah, semerbak harumnya Bahkan sudah membuah namun tak kau petik buahnya "Jahat..." Bukannya kau petik malah kau patahkan Sudah kau pupuk sesering mungkin dan kau tak memetiknya saat berbuah? Kau tak berfikir rasanya jadi aku? "Tega..." Rusak sudah semuanya Rusak harapku Rusak cintaku Lantas untuk apa semua ini? Mengapa tak kau rusak saja semua ini saat mulai bersemi, mengapa baru sekarang? Pelik sudah rasaku ini, Hancur... Kecewa, tentu saja Aku hanya termangu melihat apa yang terjadi begitu saja Namun kau pergi seolah tak ada yang terjadi Menuai, tumbuh lalu kau patahkan Bagaimana bisa kau menuai banyak benih, dan kau dengan mudah mematahkan semuanya Bagaimana bisa kau tak peduli tentang rasa Nyamanmu kau suguhkan kepada siapa saja, dan kau pergi saat aku sudah nya...

Mana bisa aku tak cinta

Diujung koridor sebuah gedung, Kau bagai bayang penuh sesak dengan cahaya yang menusuk masuk di celah jendela Kau bak malaikat Melambai bagai menandakan hadirmu Tanganmu seolah menarikku untuk lebih dekat Dan aku seringan dendelion yang terbang bersama angin untuk menuju tempat ternyaman Lengkung garis bibirmu, terlihat menyenangkan ketika di pandang Mataku mencoba melirik, melihat, dan mencuri diam-diam ke arahmu Entah kau sadar atau tidak Ada beberapa kata puisi yang ingin ku buat khusus tentangmu Mana bisa aku tak cinta Sedangkan sikapmu itu hangat Sedangkan senyummu membuatku lupa akan kesedihan dunia Sedangkan candamu saja membuatku susah tidur Bagaimana mungkin aku tak cinta Jika seluruh katamu bagai puisi cinta yang tiap kali ku dengar membuat hatiku terketuk Jika seluruh sikapmu membuatku tak habis pikir Ada-ada saja sikap konyolmu itu Mana mungkin tak cinta, sedangkan hatiku ini sudah bergemuruh bak ombak diderai karang Sesekali a...

Perkenalan

" Ah , Biasa saja.." Adalah kata yang terucap dari bibirku ketika perkenalan kita, hari dimana aku tak tau bahwa kau se- special itu Namun waktu mengajakku untuk lebih ingin tahu Waktu mengajakku menyusuri apa arti sesungguhnya perkenalan kita Hari dimana aku mengetahui pintu atas semuanya, " Aku kagum " Ujarku dalam hati Tanpa tahu bahwa saat itu kau adalah sosok yang membuat perkenalan kita tak sia-sia Kau sosok yang membuat perjalanan baru di antara kita "Mana mungkin aku menyukainya, aku hanya kagum.." Awalnya memang perasaan itu yang terjadi Tanpa pernah berfikir bahwa kau benar-benar menjadi perenggut hatiku Hati yang saat itu mati, dia tak ingin berdetak untuk siapapun Dia sendiri dengan beberapa retakan yang membekas Lebih tepatnya saat itu hatiku telah bergemuruh lagi, degupannya memelan menunjukkan dia telah hidup lagi Menyenangkan bisa merasakannya lagi, dengan rasa kagumku itu Setiap proses perkenalan kita, menyenangkan bagiku...