Terpatahkan
"Apa yang kau tuai, nanti akan kau petik juga.."
Pribahasa memang sarkas terkadang
Kau ingat kau menuai benih cinta padaku?
Kini ia berkembang, tumbuh amat cepat
Merekah, semerbak harumnya
Bahkan sudah membuah namun tak kau petik buahnya
"Jahat..."
Bukannya kau petik malah kau patahkan
Sudah kau pupuk sesering mungkin dan kau tak memetiknya saat berbuah?
Kau tak berfikir rasanya jadi aku?
"Tega..."
Rusak sudah semuanya
Rusak harapku
Rusak cintaku
Lantas untuk apa semua ini?
Mengapa tak kau rusak saja semua ini saat mulai bersemi, mengapa baru sekarang?
Pelik sudah rasaku ini,
Hancur...
Kecewa, tentu saja
Aku hanya termangu melihat apa yang terjadi begitu saja
Namun kau pergi seolah tak ada yang terjadi
Menuai, tumbuh lalu kau patahkan
Bagaimana bisa kau menuai banyak benih, dan kau dengan mudah mematahkan semuanya
Bagaimana bisa kau tak peduli tentang rasa
Nyamanmu kau suguhkan kepada siapa saja, dan kau pergi saat aku sudah nyaman
Patah sudah,
Sesakit ini mencintamu itu
Sesakit ini aku yang kau patahkan
Segalanya, hampa
Menuntut apa aku ini? Bisa apa aku atas rasamu yang tak ada untukku?
Menyalahkanmu tak menyelesaikan sakitku
Bahkan memaki tepat di telingamu saja mungkin tak kau gubris
Kau mematahkan semuanya
Sebelum kau petik dan kau rasakan buahnya
Aku memulai sendiri tanpa kau tau apapun,
Dan kau mengakhiri sendiri tanpa tahu rasaku
Diam-diam kita saling menyakiti
Harapku menyakiti diriku sendiri
Egoismu membuat orang lain sakit
Aku meringkuh, dan kau pergi
Tepat disaat kau patahkan semuanya
Dan atas rasaku ini
Bodohnya tak mati setelah kau patahkan
Pribahasa memang sarkas terkadang
Kau ingat kau menuai benih cinta padaku?
Kini ia berkembang, tumbuh amat cepat
Merekah, semerbak harumnya
Bahkan sudah membuah namun tak kau petik buahnya
"Jahat..."
Bukannya kau petik malah kau patahkan
Sudah kau pupuk sesering mungkin dan kau tak memetiknya saat berbuah?
Kau tak berfikir rasanya jadi aku?
"Tega..."
Rusak sudah semuanya
Rusak harapku
Rusak cintaku
Lantas untuk apa semua ini?
Mengapa tak kau rusak saja semua ini saat mulai bersemi, mengapa baru sekarang?
Pelik sudah rasaku ini,
Hancur...
Kecewa, tentu saja
Aku hanya termangu melihat apa yang terjadi begitu saja
Namun kau pergi seolah tak ada yang terjadi
Menuai, tumbuh lalu kau patahkan
Bagaimana bisa kau menuai banyak benih, dan kau dengan mudah mematahkan semuanya
Bagaimana bisa kau tak peduli tentang rasa
Nyamanmu kau suguhkan kepada siapa saja, dan kau pergi saat aku sudah nyaman
Patah sudah,
Sesakit ini mencintamu itu
Sesakit ini aku yang kau patahkan
Segalanya, hampa
Menuntut apa aku ini? Bisa apa aku atas rasamu yang tak ada untukku?
Menyalahkanmu tak menyelesaikan sakitku
Bahkan memaki tepat di telingamu saja mungkin tak kau gubris
Kau mematahkan semuanya
Sebelum kau petik dan kau rasakan buahnya
Aku memulai sendiri tanpa kau tau apapun,
Dan kau mengakhiri sendiri tanpa tahu rasaku
Diam-diam kita saling menyakiti
Harapku menyakiti diriku sendiri
Egoismu membuat orang lain sakit
Aku meringkuh, dan kau pergi
Tepat disaat kau patahkan semuanya
Dan atas rasaku ini
Bodohnya tak mati setelah kau patahkan
I think everything said was very logical. However, think about this, suppose you were
BalasHapusto create a killer post title? I am not saying your information is not
good, but suppose you added a post title that makes people desire
more? I mean "Terpatahkan" is a little vanilla. You should glance
at Yahoo's home page and watch how they create news headlines to grab viewers interested.
You might add a related video or a related picture or two
to grab readers interested about what you've got to
say. In my opinion, it could make your blog a little bit more
interesting.