Seiring

Kemarilah, duduk bersamaku
Di kursi goyang ini kita menikmati teh hangat pagi hari
Menatap hijaunya alam di sekitar kita
Bersamaan dengan kursi goyang yang bergesek dengan decitan lantai teras

Dengarlah sembari menyesap teh hangatmu
Sembari garis bibirmu melengkung untukku,
Sembari memulai cerita

Ini tentang aku,

Tentang aku yang pernah rapuh dan patah
Tentang aku yang pernah hancur karena di tinggalkan
Tentang aku yang pernah berjuang sendiri
Tentang aku yang mencinta dalam hening

Ini tentang kau,

Tentang kau yang pernah ditinggalkan sendiri
Tentang kau yang berjuang sendiri
Tentang kau yang mencinta dalam diam

Kita sama,
Kita pernah sesakit itu, dan
Kita saling menyembuhkan diwaktu yang sama
Kita pernah diam untuk rasa yang sama
Kita pernah saling mendoakan untuk rasa yang sama

Saat itu ku katakan...
"Tetaplah disini,
Iringi langkah kakiku
Jadilah orang yang paling tahu tentang aku
Jadilah tempatku untuk pulang,
Tempat untuk bersandar,
Tempat untuk melukis senang di kala sedih
Jadilah bintang yang selalu ku kagumi
Jadilah pendampingku, dan menua bersamaku
Raih tanganku,
Rindukanku setiap saat 
Seperti aku yang merindumu di setiap detik jam dinding"

Matahari pagi semakin terik,
Kita melangkah masuk ke dalam rumah
Kau tetap denganku,
Dan lihatlah rambut putih kita dan kulit keriput kita.
Ku katakan padamu
"Aku sangat mencintaimu, untuk waktu yang tak terbatas"




Komentar

Posting Komentar