Dewasa itu sulit, jadi seorang ibu itu sulit

 Hai, apa kabar ?

Capek ya ? Sedih ? Apa rasanya menjadi seorang Ibu ?

Apakah banyak hal yang perlu penyesuaian ? Tentu.

Apakah banyak hal baru untuk dipelajari ? Jelas.

Ya, beberapa bulan lampau. Saat anakku lahir, aku juga pertama kalinya lahir menjadi Ibu. Sosok yang tak pernah terbayangkan, kodrat yang sudah semestinya.

Bahagia sekali? Sangat bahagia. 

Tapi tak sedikit juga ada hal-hal yang membuat sedih.

Sedih karena porsi istri terkadang tersisihkan yang mengharuskan menjadi ibu yang siaga

Sedih karena terkadang harus tetap terjaga di malam hari untuk meng-ASI-hi dengan nipple yang kadang lecet juga. Suakittt 

Sedih karena harus bekerja dan meninggalkan anak. But itu pov ku yaaa. Its okay, IRT pasti juga capek karena bosen di rumah. Tapi aku iri ke kalian.

Ohiya sedih juga ternyata ketika anak sakit. Waah nano nano

Bahagianya buanyaaakkk.. 

Lihat tumbuh kembang anak.

Sedang belajar lebih banyak buat jadi ibu yang baik buat anak.

Sedang menikmati masa golden age anak.

Sedang sering dibantuin ngerjain kerjaan rumah sama suami karena repot urus anak.

Orang bilang jadi seorang wanita itu harus banyak ikhtiar harus kenceng berdoa buat anak dan suaminya. Daku ini masih minim soal spiritual journey.

Tapi aku dengan segala upaya dan support dari sekitarku. Oh.. aku ibu yang Hebat…

Oh tidak hanya aku. Tapi kalian, siapapun kalian, dimanapun kalian. Kalau kalian seorang ibu, tidak ada satupun pekerjaan yang melelahkan dan mendapatkan imbalan yang sesuai dengan gelar IBU. 

Hey.. kita seorang Ibu.. maka berluaslah dada kita untuk berlapang, nikmati moment saat ini. Hela nafas sebentar, lalu lanjutkan. Istirahat kalau perlu. Jika buruk dalam perjalananmu, tinggalkan keburukan itu. 

Sampaikan rasa pelukan hangat seorang ibu kepada ibu yang lain. Aku tau kalian adalah wanita yang harus berbahagia dimanapun kalian berada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu