Di Ujung Perpisahan

Ada dua tangan yang saling menggenggam erat
Dua pasang mata saling memandang
Ada dua insan di ujung kursi tunggu
Dibersamai riuh suara sekitar, namun hening diantara kita

Aku dan kamu terdiam untuk waktu yang lama
Kita yang sedang mempersiapkan hati
Kita yang sedang mempersiapkan salam perpisahan
Entah harus berapa lama tapi rasanya sulit

Lidahku kelu
Hatiku terbelenggu
Ucapan perpisahan terlontar dengan suara berat tersekat di kerongkongan
Lantas pelukan kita semakin erat

Kita menepis airmata yang jatuh kesekian kalinya
Membenamkan wajahku semakin dalam diantara pelukmu
Rasaku ingin memilikimu jauh lebih dalam
Namun tanganku merenggang dari genggamanmu

Pipi kita begitu lembab
Jemari kita saling mengusap airmata
"Kuat yaa" suaramu lirih sampai di telingaku
Anggukan dan senyum simpulku mengiyakan

Begitu sulit untuk kita
Perpisahan yang tak pernah ingin kita lalui untuk berjarak lagi dan lagi
Perpisahan yang tak pernah siap untuk kita lalui lagi dan lagi
Perpisahan yang tak pernah ingin kita ulangi lagi dan lagi

Airmata yang tak pernah siap untuk kubendung
Lambaian tanganku sangat berat kuangkat untukmu
Semakin jauh kulihat dirimu disana
Semakin jauh diriku denganmu

Kita cukup lelah dengan perpisahan
Kita merenungi lagi apa yang telah terjadi
Menjadikan kita lebih kuat dan semakin kuat
Kumohon jangan ada perpisahan lagi

Aku akan tetap mencintaimu untuk waktu yang lama
Cinta tanpa syarat dengan jarak yang tak terbatas
Padamu tempatku pulang
Sampai nanti bertemu kembali pada waktu lengang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu