Satu Hari Yang Pilu
Terkikisnya karang di lautan
Terkikisnya semua yang telah terbentuk oleh alam
Hakikatnya,
Tuhan mengambil alih semesta
Soal sakit dan menyakiti
Manusia adalah bukti
Bahwa ego, adalah hal terbaik dalam menusuk manusia lainnya
Tuhan yang mengatur
Di sudut, di bawah pohon
Gemericik guyuran air hujan, menutupi tangismu
Mengusap air matamu
Yang terkasih, pergi meninggalkan janji
Terpukul telak rasa sakitmu
Hendak memaafkan
Tapi kecewamu lebih besar
Tapi sakitmu lebih dalam
Rongga luka itu menganga di antara pembuluh hatimu
Kian merah merekah
"Cinta itu menyakitkan"
Sembari hatimu memakinya
Kau pergi terseok di antara hujan dan tangis
Apalagi yang mampu kau tumpu
Hatimu lebur
Cintamu hancur
Seperti bunga yang gugur
Seperti angin yang hilang arah
Seperti kayu yang rapuh oleh rayap
Hidupmu serasa hampa, semesta tak lagi sama
Kuatlah
Dengan segala energimu
Kumohon kuatlah
Ucapmu dengan bibir berbisik
Terkikisnya semua yang telah terbentuk oleh alam
Hakikatnya,
Tuhan mengambil alih semesta
Soal sakit dan menyakiti
Manusia adalah bukti
Bahwa ego, adalah hal terbaik dalam menusuk manusia lainnya
Tuhan yang mengatur
Di sudut, di bawah pohon
Gemericik guyuran air hujan, menutupi tangismu
Mengusap air matamu
Yang terkasih, pergi meninggalkan janji
Terpukul telak rasa sakitmu
Hendak memaafkan
Tapi kecewamu lebih besar
Tapi sakitmu lebih dalam
Rongga luka itu menganga di antara pembuluh hatimu
Kian merah merekah
"Cinta itu menyakitkan"
Sembari hatimu memakinya
Kau pergi terseok di antara hujan dan tangis
Apalagi yang mampu kau tumpu
Hatimu lebur
Cintamu hancur
Seperti bunga yang gugur
Seperti angin yang hilang arah
Seperti kayu yang rapuh oleh rayap
Hidupmu serasa hampa, semesta tak lagi sama
Kuatlah
Dengan segala energimu
Kumohon kuatlah
Ucapmu dengan bibir berbisik
Bagus banget mbak
BalasHapus