Mana bisa aku tak cinta

Diujung koridor sebuah gedung,
Kau bagai bayang penuh sesak dengan cahaya yang menusuk masuk di celah jendela
Kau bak malaikat
Melambai bagai menandakan hadirmu
Tanganmu seolah menarikku untuk lebih dekat
Dan aku seringan dendelion yang terbang bersama angin untuk menuju tempat ternyaman

Lengkung garis bibirmu, terlihat menyenangkan ketika di pandang
Mataku mencoba melirik, melihat, dan mencuri diam-diam ke arahmu
Entah kau sadar atau tidak
Ada beberapa kata puisi yang ingin ku buat khusus tentangmu

Mana bisa aku tak cinta
Sedangkan sikapmu itu hangat
Sedangkan senyummu membuatku lupa akan kesedihan dunia
Sedangkan candamu saja membuatku susah tidur

Bagaimana mungkin aku tak cinta
Jika seluruh katamu bagai puisi cinta yang tiap kali ku dengar membuat hatiku terketuk
Jika seluruh sikapmu membuatku tak habis pikir
Ada-ada saja sikap konyolmu itu

Mana mungkin tak cinta, sedangkan hatiku ini sudah bergemuruh bak ombak diderai karang
Sesekali aku mencoba meraih bayangmu
Tapi aku diam soal ini,
Aku diam soal hatiku

Mana mungkin aku tak cinta
Sedangkan aku selalu penuh dengan tawa saat bersamamu
Se-sumringah ini senyumku di sampingmu
Cintaku bersembunyi di balik tawa
Dia diam dan dia enggan 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu