Perkenalan

"Ah, Biasa saja.."
Adalah kata yang terucap dari bibirku ketika perkenalan kita, hari dimana aku tak tau bahwa kau se-special itu
Namun waktu mengajakku untuk lebih ingin tahu
Waktu mengajakku menyusuri apa arti sesungguhnya perkenalan kita
Hari dimana aku mengetahui pintu atas semuanya,
"Aku kagum"
Ujarku dalam hati
Tanpa tahu bahwa saat itu kau adalah sosok yang membuat perkenalan kita tak sia-sia
Kau sosok yang membuat perjalanan baru di antara kita

"Mana mungkin aku menyukainya, aku hanya kagum.."
Awalnya memang perasaan itu yang terjadi
Tanpa pernah berfikir bahwa kau benar-benar menjadi perenggut hatiku
Hati yang saat itu mati, dia tak ingin berdetak untuk siapapun
Dia sendiri dengan beberapa retakan yang membekas
Lebih tepatnya saat itu hatiku telah bergemuruh lagi, degupannya memelan menunjukkan dia telah hidup lagi
Menyenangkan bisa merasakannya lagi, dengan rasa kagumku itu
Setiap proses perkenalan kita, menyenangkan bagiku
Menyusuri jalan tentangmu, mencoba menerka siapa dirimu
Memulai dengan obrolan ringan, pertanyaan yang masih terdengar...
"Kamu asalnya mana? Kok bisa disini?"

Basi, bak nasi yang sudah berhari-hari menjamur
Bahkan candaan kita juga seolah menunjukkan batasan,
Aku tak tahu, aku sesenang itu bisa mengenal orang asing
Asing...
Asing...
Asing...

Namun jangan usang ketika sudah mengenal lama
Dan kau...
Tak pernah usang
Tak akan
Aku tetap ingin mengenalmu
Lebih jauh...
Lebih...
Dan lebih dari ini, dari kata "kenal" saja

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu