Akhir Tanpa Awal

Sesampai sini banyak jalan kenang yang telah terlalui
Menggenggam tanpa tahu dia siapa
Menyudahi kata "sudah" tanpa memulai
Lalu apa yang sudah?
Bahkan kicauan burung tak pernah mampu menjawab
Embun di ujung daun pun hanya mampu menetes tanpa tahu ia akan menetes kemana

Senja diufuk barat telah tenggelam
Dan kita merengkuh dalam perasaan yang tak terselesaikan
Dengan langkah kaki yang seiring, membuatku terlalu ber-euforia
Tanpa ingat bahwa kita hanyalah jamak
Dan aku tetaplah tunggal

Mana mungkin aku tak berdegup
Saat tanganmu meraihku untuk memasuki hidupmu
Angkuhnya, aku merasa sudah memilikimu
Nyatanya tidak

Lucu memang,
Kita dua anak manusia yang mengakhiri tanpa mengawali
Kita dua anak manusia yang menggebu dengan rasa tanpa tahu akhir
Layaknya gulita mencari cahaya
Cahaya redup di ujung sana adalah kau,
Semu dalam gulitaku

Berimajinasi tentangmu memang semenyenangkan itu
Berhayal tentang kita memang seasik itu
Namun sayang, ilusi ku sudah tak waras

Kita memang memijak tanah yang sama
Menatap langit yang sama
Menghirup udara yang sama
Namun aku lupa,
Rasa kita tak sama

Aku memangku tangan,
Pikirku sudah bergrilya mengatakan inilah awal
Namun dunia tidak membenarkan,
Kita ini hanyalah akhir tanpa menemukan awal
Kita hanyalah akhir
Kita tak pernah mengawali apapun
Sadarlah..

Komentar

  1. Pretty section of content. I just stumbled upon your site
    and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts.
    Any way I'll be subscribing to your augment and even I
    achievement you access consistently rapidly.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu