Kenang

Semalam hujan mendera
Semerbak bau tanah di kililing
Aku memangku tangan melihat air yang turun
Terbesit banyak peristiwa disaat hujan

Banyak memori yang mengingatkan
Seperti saat itu, kita yang pernah berteduh di musim hujan
Di depan pertokoan kota menunggu hujan bersamamu
Sayangnya saat itu aku masih bukan siapa-siapa. Ingat ?

Kau ada di sampingku
Tapi aku hanya melihat lewat lirikan di ekor mataku, hening
Namun ramai dari para pengendara jalan
Ah aku rindu

Pagi ini embun melimpah ruah
Sesejuk ini menyambut hujan yang lama tak jumpa
Sinar surya menjadi terik mengeringkan bumi
Tuhan memang Sang Penguasa

Sayangnya sosokmu tak di sisiku lagi
Bukan tak memilikimu seperti saat itu
Hanya saja kisah kita sedang di uji
Ah, mencintaimu memang selalu semenegangkan ini

Banyak kenang yang menggenang
Bersamaan dengan hujan turun
Semoga tak mengering
Semoga tetap basah, dan selalu mengenangmu

Tuhan jagalah dia
Ku pasrahkan padaMu
Aku terlalu jauh untuk memastikan dirinya baik-baik saja
Aku merindunya namun doa kita yang menjadi satu, raga kita tidak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu