Kita tak seperti dulu

Sejauh ini aku mencintaimu
Aku memujamu
Dalam lima waktuku ada namamu
Dalam sepertiga malamku ada namamu

Bahkan degupku tak pernah mereda jika perihalmu
Aku sebegitu padamu
Kau sudah masuk terlalu dalam
Hingga tak ada kata aku dan kau, tapi kita.

Orang bilang terlalu berlebihan memang tak baik
Dan aku berlebihan soalmu
Kita saling memberi segalanya
Hingga kita lupa apa yang tersisa untuk diri kita
Dan aku lupa seberapa banyak yang ku berikan padamu

Sampai akhirnya kita lalai akan diri kita
Kita ini apa?
Kita ini siapa?
Kita lupa bahwa kita pernah saling memberi arti
Kita lupa bahwa kita yang dulu saling damba sekarang saling mencaci benci
Kita lupa bahwa kita yang dulu saling memberi sampai kita berlomba siapa yang paling banyak memberi
Kita lupa bahwa kita bukanlah kita yang dahulu

Haruskah kita begini?
Seribu makna pada rasa yang kita bangun
Dan hilang begitu saja?
Ego siapa yang harus dipersalahkan ketika kita berdua tak saling bertahan?

Lalu siapa lagi yang akan ku doakan diam-diam pada Rabb-ku?
Lalu nama siapa yang kusebut dalam sujudku?
Sedangkan kau dan aku tak menjadi kita?
Haruskah kita berakhir tanpa menyelesaikan rasa kita?
Bagaimana bisa dua orang yang saling cinta bisa berpisah?
Apakah kita memang tak seperti dulu?
Coba resapilah, ku mohon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat namun tak terikat

Terpatahkan

Layu